Halaman

Tampilkan postingan dengan label kasihtuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kasihtuhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Maret 2015

KASIH ADALAH ANUGERAH TUHAN YANG TERINDAH



Kasih merupakan anugerah Tuhan yang terindah Kasih membuat hidup tetap mempersona dan berwarna,  walau pun penuh dengan duri Ia menyapu gelapnya hidup hanya dengan kedipan mata Keindahan kasih tak pernah sirna terhapus derita yang mungkintelah mengacaukan kehidupan ...Di dalam gelapnya kehidupan, kasih senantiasa hadir memberi terangKekuatan Kasih bukan seperti banjir yang melanda kota Jakarta, tetapi seperti air sungai yang senantiasa mengalir tiada hentiKedasyatan Kasih bagaikan angin sepoi-sepoi yang berhembus memasuki relung hati dan jiwa ...

Saya menemukan puisi tentang kasih ini, ketika saya merenungkan kehidupan dan pelayanan saya, yang genap dua puluh lima tahun pada hari ini (21 Februari 1991-21 Februari 2016). Saya bukan malaikat, hanya manusia biasa yang berupaya tetap setia guna memenuhi panggilan-Nya dalam kehidupan saya.


Maryam Kurniawati D.Min (Diracik dari berbagai sumber, salah satunya katolisitas.org/10342/puisi kasih)

PANTANG MENYERAH


Pantang Menyerah. 

Tae-Ho adalah seorang anak lelaki asal Korea Selatan yang dilahirkan ke dunia ini dengan anggota tubuh yang tidak lengkap. Ia tidak memiliki lengan dan pada bagian kakinya hanya terdapat empat jari. Tim medis yang menangani proses kelahirannya (Tahun 2000), memprediksi bocah malang ini tidak akan memiliki kemungkinan bertahan hidup hingga 10 tahun.

Seakan-akan ketidakberuntungan yang menimpanya belum cukup, tak lama setelah lahir, Tae-Ho ditinggalkan oleh orangtua kandungnya sendiri karena mereka tidak tahan melihat kondisi anak yang telah dilahirkannya. Maka, Tae-Ho pun dikirim ke panti asuhan di Seung Ga-Won, Korea Selatan oleh Holt (Children Service Incorporated).

Namun apa yang terjadi pada Tae-Ho? Ia masih hidup sampai saat ini. Usianya 11 tahun dan ia telah tumbuh menjadi anak yang mandiri dan menyenangkan. Tae-Ho adalah anak lelaki yang berhati teguh dan berpikiran positif ? Ia selalu menghadapi segala hal dengan senyuman. Ketika ditanya, apakah ia mengalami kesulitan karena keadaan tubuhnya, ia menjawab, "Tidak, saya baik-baik saja!" Bahkan Tae-Ho selalu membantu saudara-saudaranya di Panti Asuhan. Tae-Ho pun mampu belajar dan bermain di sekolah seperti anak-anak lainnya.

Kisah Tae-Ho ini mengingatkan kita untuk memiliki sikap ulet, tangguh dan tidak gampang menyerah. Tidak pernah kehilangan pengharapan dan senantiasa bersyukur kepada Tuhan, karena dibalik kekurangan ada berkat Tuhan yang luar biasa..