Halaman

Kamis, 12 Maret 2015

MANIS DAN PAHIT







Manis dan pahit, adalah dua kombinasi rasa yang menarik. 
Ada kalanya hidup ini terasa begitu manis, seperti kue lava coklat dan ice cream vanilla yang manis. Tetapi tidak jarang pula terasa begitu pahit, seperti kopi tanpa gula. Semuanya bergantung pada kita. Apakah kita mau menggabungkannya, sehingga hidup ini terasa manis tapi juga pahit karena disitulah letak keindahannya. Bila kita tiak mampu berjalan seorang diri, buatlah lompatan ... asal jangan sendiri (kata seorang sahabat), karena Tuhan akan menjadikan semuanya menjadi indah tepat pada waktunya (Pengkotbah 3:11) - (Baileys Choco Lava Cake, Baikeys Coffee)

HOMO SOCIUS


By Pdt. Maryam Kurniawati D.Min


Manusia adalah makhluk sosial (Homo Socius). Dalam menjalani kehidupan ini, manusia tidak dapat hidup seorang diri tanpa bantuan orang lain. Sehebat apa pun dia, orang pasti membutuhkan kehadiran dan pertolongan orang lain dalam kehidupannya. 

Menurut Abraham Maslow manusia memiliki 5 macam kebutuhan yaitu physiological needs(kebutuhan fisiologis), safety and security needs (kebutuhan akan rasa aman), love and belonging needs (kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki), esteem needs(kebutuhan akan harga diri), dan self-actualization (kebutuhan akan aktualisasi diri) yang dijabarkan sebagai berikut:

1.   Kebutuhan Fisiologis (Physiological). Jenis kebutuhan ini berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dasar semua manusia seperti makan, minum, istirahat, menghirup udara, menghindari rasa sakit dsb. Jika kebutuhan dasar ini tidak terpenuhi, tubuh manusia akan menjadi rentan terhadap sakit penyakit.

2.   Kebutuhan rasa aman dan perlindungan (Safety and Security Needs)  Ketika kebutuhan fisiologis seseorang telah terpenuhi, kebutuhan akan rasa aman, stabilitas, proteksi dan keteraturan akan muncul. Jika tidak terpenuhi, akan timbul rasa cemas dan takut sehingga dapat menghambat pemenuhan kebutuhan lainnya.

3. Kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki (Love and Belonging Needs). Ketika kedua jenis kebutuhan di atas terpenuhi, seseorang akan membutuhkan kasih sayang dan rasa memiliki. Hal ini dapat terlihat dalam usaha seseorang untuk mencari dan mendapatkan teman, kekasih, anak, atau bahkan keinginan untuk menjadi bagian dari suatu komunitas tertentu seperti tim sepakbola, klub peminatan dan seterusnya. Jika tidak terpenuhi, maka perasaan kesepian akan timbul.

4.   Kebutuhan akan harga diri (Esteem Needs). Setelah ketiga kebutuhan di atas terpenuhi, akan timbul kebutuhan akan harga diri. Menurut Maslow, terdapat dua jenis, yaitu lower one dan higher one. Lower one berkaitan dengan kebutuhan seperti status, atensi, dan reputasi. Sedangkan higher one berkaitan dengan kebutuhan akan kepercayaan diri, kompetensi, prestasi, kemandirian, dan kebebasan. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka dapat timbul perasaan rendah diri dan inferior.

5. Kebutuhan aktualisasi diri (Self Actualization). Kebutuhan terakhir menurut Maslow adalah kebutuhan akan aktualisasi diri. Jenis kebutuhan ini berkaitan erat dengan keinginan untuk mewujudkan dan mengembangkan potensi diri. Menurut Abraham Maslow, kepribadian bisa mencapai peringkat teratas bila mengalami interaksi dengan banyak orang, karena dengan aktualisasi diri seseorang akan dapat memanfaatkan potensinya secara sempurna.




            Dari kelima hierakhi kebutuhan yang dijabarkan oleh Abraham Maslow, kita disadarkan bahwa hidup kita tidak terpisahkan dari orang-orang yang ada di sekeliling kita. Dengan teman-teman kita dapat berbagi suka dan duka, dan ada orang-orang yang dihadirkan Tuhan untuk memberikan pertolongan ketika kita sakit, susah dan menderita. Ya, itulah sebabnya kita saling membutuhkan. Saya butuh kamu, dan kamu butuh saya.

            Keluarga (orang tua, anak, suami atau isteri) adalah orang-orang yang paling dekat dengan kita. Sekali pun kadang dipisahkan oleh jarak, tetapi tidak membuat kita kehilangan kontak. Komunikasi dan hubungan batin tetap harus terjaga. Di dunia ini seungguhnya semua orang saling membutuhkan. Tidak ada satu pun manusia yang dapat hidup seorang diri tanpa bantuan orang lain. Sehebat apa pun dia, pasti membutuhkan orang lain dalam kehidupannya.

            Coba bayangkan saja, apa jadinya hidup keluarga kita bila tidak ada tukang sayur yang menjual tahu, tempe, telur, wortel, kacang panjang, bawang merah, bawang putih  dsb untuk kita masak dan makan? Mungkin kita punya uang yang banyak, tetapi jika tidak ada petani yang menanam padi di sawah, dan sayur mayur di ladang, keluarga kita akan mati kelaparan. Coba lihat halaman depan rumah. Apa jadinya bila tidak ada truk pengangkut sampah, dan tukang sapu yang membersihkan daun-daun kering dan bungkus plastik makanan dan minuman yang berserakan di jalan? Rumah kita pasti akan penuh dengan sampah yang bau dan busuk, dan halaman rumah kita menjadi sarang tikus dan ular.

          Percayalah, hidup kita akan susah dan tidak menyenangkan seandainya kita hidup seorang diri tanpa teman atau orang lain di sekitar kita. Perhatian dan kepedulian orang lain kepada kita adalah wujud nyata bahwa kita kita tidak sendiri dalam hidup ini. Sebab itu dalam komunitas keluarga dan masyarakat, akan selalu ada uluran tangan dari orang lain dan kita harus senantiasa introspeksi, untuk bisa berbagi dan membantu orang lain. (Disarikan dari berbagai sumber :))


HIDUP BERDAMAI DENGAN GLAUCOMA


By Pdt. Maryam Kurniawati D.Min

Beberapa hari yang lalu, saya mengalami gangguan di mata sebelah kanan saya. Rasanya nyeri dan kepala pening. Sudah lama saya tidak kontrol ke dokter, pertama kuatir ukuran kacamata bertambah, dan kedua, merasa aman, dan tidak ada gangguan yang cukup berarti. Kontrol ke dokter bisa dilakukan 6 bulan atau 12 bulan sekali. Kecuali ada situasi darurat (seperti serangan karena tekanan bola mata tinggi, pandangan kabur, rasa nyeri di mata atau pembuluh darah di mata pecah. Senin pagi (2/2/2015) akhirnya saya konsultasi ke Dr. Vinsensius di Klinik Mata Nusantara. Beliau adalah salah satu ahli Glaukoma, selain Dr. Srinagar (RS Aini, sudah uzur), dan Dr. Vidyapati (JEC Menteng) yang saya kenal.

Pertanyaan pertama yang diajukan adalah, siapa yang sakit Glaukoma di Keluarga. Jawaban saya, adalah Ibu dan Kakek saya (Ayah dari Ibu), dan saya mengalami Glaukoma sejak 12 tahun yang lalu. Sudah di laser kedua bola mata, karena tekanan bola mata yang tinggi dan secara teratur merawat Glaukoma saya dengan baik. Pemeriksaan dilakukan secara teliti, tekanan bola mata masih normal, hanya ukuran kacamata sebelah kiri bertambah dan permukaan mata kering. Saya harus memakai obat tetes Timol 2 kali sehari, dan air mata buatan 3-4 kali sehari. Ah tampaknya, saya harus lebih banyak meneteskan air mata agar permukaan mata saya tidak kering smile emoticon Saran dokter, saya harus menghindari obat2 flu seperti Panadol, Obat Batuk yang biasa dijual di apotik-apotik. Menghindari kopi frown emoticon (sedihnya, karena saya paling suka dengan teh dan kopi).

Tapi Tuhan sungguh baik, saya sudah mengalami serangan dua kali (mata kiri), di laser kedua bola mata, ukuran kaca mata jauh dekat plus plus... Tapi saya masih bisa membaca banyak buku, menggunakan komputer/laptop, menulis, melayani Kebaktian/Sakramen, bahkan membuat Kurikulum dan menyelesaikan studi saya tepat pada waktunya. Penglihatan saya berangsur-angsur memang berkurang, tapi seperti yang pernah di katakan Ayah saya, "Tuhan menutup sebagian matamu agar engkau tidak melihat Hal-Hal yang tidak perlu kau lihat."

Saya ingin mensharingkan kepada Teman-Teman, apa itu Glaukoma dan bagaimana kita dapat mengatasi atau merawatnya dengan baik. Semoga bermanfaat. Soli Deo Gloria.


Glaukoma
Glaukoma merupakan kondisi dimana terjadi kerusakan saraf optik yang diikuti dengan gangguan pada lapangan pandang, yang biasanya disebabkan karena tekanan bola mata yang meninggi. Hipertensi, diabetes militus juga merupakan faktor resiko terjadinya Glaukoma, selain orang-orang dengan kelainan kaca mata dengan minus/plus tinggi, migren dan riwayat penyakit Glaukoma dalam Keluarga (seperti Ibu/Ayah/Saudara kandung yang Glaukoma).

Penggunaan golongan cortisone (steroids) dalam jangka waktu lama dan terus-menerus, seperti obat tetes mata obat inhaler untuk penderita asma, obat steroid untuk radang sendi, dan pengasup obat yang memakai steroid secara rutin lainnya bisa menjadi pemicu faktor risiko timbulnya Glaukoma. Penggunaan kacamata minus tinggi juga dapat menjadi faktor risiko timbulnya glaukoma. Pada tekanan bola mata di atas 21 mmHg sangat berisiko tinggi terkena Glaukoma. Bagi sebagian orang, tekanan bola mata yang lebih rendah sudah dapat merusak saraf optik.

APA ITU GLAUKOMA?

Glaukoma adalah penyakit pada syaraf penglihatan yang menyebabkan luas pandangan menyempit dan dapat berakhir dengan kebutaan. Tekanan bola mata yang tinggi dapat membahayakan dan menghancurkan sel-sel daripada syaraf/nervus opticus di mata. Begitu terjadinya kehancuran sejumlah sel-sel tersebut, suatu keadaan bintik buta (blind spot) mulai terbentuk dalam suatu lapang pandangan. Bintik buta ini biasanya dimulai dari daerah samping/tepi (perifer) atau daerah yang lebih luar dari satu lapang pandangan. Pada tahap lebih lanjut, daerah yang lebih tengah/pusat akan juga terpengaruh. Sekali kehilangan penglihatan terjadi, keadaan ini tidak dapat kembali normal lagi (ireversibel). Dibanyak negara termasuk Indonesia, Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak.

BAGAIMANA TERJADINYA GLAUKOMA

Penyebab penyakit ini multi factor. Tekanan bola mata yang meninggi merupakan faktor utama. Tekanan bola mata yang meninggi ini, paling sering disebabkan oleh hambatan pengeluaran cairan bola mata (humour aquous).

JENIS DAN TIPE GLAUKOMA

Bila merujuk South East Asia Glaucoma Interest Group (http://www.seagig.org), ada berbagai jenis Glaukoma, yakni Primary Open Angle Glaucoma (Glaukoma sudut terbuka), Acute/chronic closed angle glaucoma (Glaukoma sudut tertutup), Normal Tension Glaucoma, congenital glaucoma, pigmentary glaucoma dan secondary glaucoma.

Tipe pertama, Primary open angle glaucoma (Glaukoma sudut terbuka). Tipe ini merupakan yang paling umum/sering pada Glaukoma dan terutama terjadi pada orang lanjut usia (di atas 50 tahun). Penyebabnya adalah peningkatan tekanan di dalam bola mata yang terjadi secara perlahan-lahan. Rata-rata tekanan normal bola mata adalah 14 sampai 16 milimeter air raksa (mmHg). Tekanan sampai 20 mmHg masih dalam batas normal. Tekanan di atas atau sama dengan 22 mmHg diperkirakan patut dicurigai menderita Glaukoma dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tipe kedua, Normal tension glaucoma (Glaukoma bertekanan normal). Glaukoma bertekanan normal adalah suatu keadaan dimana terjadi kerusakan yang progresif terhadap syaraf/nervus opticus dan terjadi kehilangan lapang pandangan meski tekanan di dalam bola matanya tetap normal. Tipe glaukoma ini diperkirakan ada hubungannya, meski kecil, dengan kurangnya sirkulasi darah di syaraf/nervus opticus, yang mana mengakibatkan kematian dari sel-sel yang bertugas membawa impuls/rangsang tersebut dari retina menuju ke otak. Sebagai tambahan, kerusakan yang terjadi karena hubungannya dengan tekanan dalam bola mata juga bisa terjadi pada yang masih dalam batas normal tinggi (high normal), jadi tekanan yang lebih rendah dari normal juga seringkali dibutuhkan untuk mencegah hilangnya penglihatan yang lebih lanjut. Glaukoma bertekanan normal ini paling sering terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat penyakit pembuluh darah, orang Jepang atau pada perempuan.

Tipe ketiga, Angle closure glaucoma (Glaukoma sudut tertutup). Glaukoma sudut tertutup paling sering terjadi pada orang keturunan Asia dan orang-orang yang penglihatan jauhnya buruk, juga ada kecenderungan untuk penyakit ini diturunkan di dalam keluarga, jadi bisa saja di dalam satu keluarga anggotanya menderita penyakit ini. Pada orang dengan kecenderungan untuk menderita Glaukoma sudut tertutup ini, sudutnya lebih dangkal dari rata-rata biasanya. Karena letak dari jaringan trabekular meshwork itu terletak di sudut yang terbentuk dimana kornea dan iris bertemu, makin dangkal sudut maka makin dekat pula iris terhadap jaringan trabecular meshwork. Kemampuan dari cairan mata untuk mengalir/melewati ruang antara iris dan lensa menjadi berkurang, menyebabkan tekanan karena cairan ini terbentuk di belakang iris, selanjutnya menjadikan sudut semakin dangkal. 
Jika tekanan menjadi lebih tinggi membuat iris menghalangi jaringan trabecular meshwork, maka akan memblok aliran. Keadaan ini bisa terjadi akut atau kronis. Pada yang akut, terjadi peningkatan yang tiba-tiba tekanan dalam bola mata dan ini dapat terjadi dalam beberapa jam serta disertai nyeri yang sangat pada mata. Mata menjadi merah, kornea membengkak dan kusam, pandangan kabur, dsb. Keadaan ini merupakan suatu keadaan yang perlu penanganan segera karena kerusakan terhadap syaraf opticus dapat terjadi dengan cepat dan menyebabkan kerusakan penglihatan yang menetap. Tidak semua penderita dengan glaukoma sudut tertutup akan mengalami gejala serangan akut. Bahkan, sebagian dapat berkembang menjadi bentuk yang kronis. Pada keadaan ini, iris secara bertahap akan menutup aliran, sehingga tidak ada gejala yang nyata. Jika ini terjadi, maka akan terbentuk jaringan parut diantara iris dan aliran, dan tekan dalam bola mata tidak meningkat sampai terdapat jumlah jaringan parut yang banyak. Serangan akut bisa dicegah dengan memberikan pengobatan. Berdasarkan hasil survey epidemiologi, glaukoma sudut tertutup lebih sering terjadi di Asia Timur, khususnya keturunan Tionghoa.

Tipe keempat, Pigmentary glaucoma. Pigmentary glaucoma adalah suatu bentuk yang diturunkan dari bentuk Glaukoma sudut terbuka yang mana kejadiannya lebih banyak terjadi pada laki-laki dari pada perempuan. Orang yang dengan miop (berkaca mata minus) biasanya yang lebih sering terkena. Bentuk anatomi dari mata merupakan faktor kunci untuk berkembangnya bentuk ini.

Tipe kelima, Congenital glaucoma. Bentuk ini adalah bentuk yang jarang terjadi, yang disebabkan oleh system pengaliran cairan mata yang abnormal. Ini bisa terjadi pada waktu lahir atau berkembang di kemudian hari. Para orang tua bisa mengetahui jika anaknya menderita kelainan ini dengan cara memperhatikan apakah anaknya sensitif terhadap cahaya, mata yang besar dan berawan/kusam atau mata berair berlebihan. Biasanya diperlukan tindakan bedah untuk menanganinya.

Tipe keenam, Secondary glaucoma. Bentuk ini adalah sebagai hasil dari kelainan mata lainnya seperti trauma, katarak, atau radang mata. Penggunaan obat-obat golongan steroid (kortison) juga mempunyai kecenderungan untuk meningkatkan tekanan di dalam bola mata.

KELUHAN-KELUHAN PENDERITA GLAUKOMA

Glaucoma kronis, nyaris tanpa keluhan. Bila mempunyai factor-faktor dan resiko seperti di atas, sebaiknya anda memeriksakan diri pada dokter mata.
Glaucoma Akut, tiba-tiba mata anda sakit, merah, melihat pelangi disekitar sumber cahay (lampu), dapat sakit kepala, mual sampai muntah. Bila hal ini terjadi, segeralah ke dokter mata.

PETUNJUK BAGI PENDERITA GLAUKOMA

1. Simpan dan pergunakan obat sesuai petunjuk dokter, jangan sampai kehabisan obat.
2.   Kontrol yang teratur untuk mengetahui kondisi mata anda kemungkinan adanya perubahan pengobatan (4-6 bulan sekali, dan bila terjadi seorang an segera ke Rumah Sakit Mata terdekat)
Jangan minum berlebihan, sekali minum cukup segelas air. Bila anda suka minum kopi, batasilah hanya secangkir sehari.
3.   Hindari ruang gelap (seperti bioskop, ruang pertunjukan opera dst)
4. Hindari kerja fisik dan mental yang berlebihan. Hindari kemungkinan mengangkat beban yang berat (5-10 kg).
Tidur dan istirahat yang cukup.
5.   Katakanlah dimanapun anda berobat bahwa anda penderita Glaukoma. Gunakanlah pola hidup dan makan yang sehat.

Semoga bermanfaat....!

(Dirujuk dari berbagai sumber, dapat di eksplorasi di Google)





 

"BELAJAR DARI MUSA, PEMIMPIN YANG MENGAMATI DAN BERSEDIA MENYIMPANG"


Selama 40 tahun Musa menjadi seorang gembala. Mengalami suka dan duka untuk menjaga dan memelihara domba-domba yang dipercayakan kepadanya. Di Gunung Horeb, malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Musa dalam belukar duri yang menyala. Api menjadi simbol kehadiran Tuhan. Reaksi Musa: Terkejut, kuatir, dan takut. Musa diminta untuk menggalkan kasutnya.

Mungkin Musa bukan sosok pemimpin yang kita harapkan, namun beginilah cara Tuhan bekerja. Memakai orang-orang yang tidak sempurna untuk memajukan Kerajaan Allah. Dalam upayanya untuk menolong seorang budak, Musa membunuh seorang mandor Mesir, menyembunyikan mayatnya, dan namanya masuk ke dalam daftar orang yang dicari (Kel 2:11-15).  Yang perlu kita catat, Musa menjadi seorang pemimpin bukan karena kepentingan dan  ambisi pribadi. Bukan pula karena haus kekuasaan dan gila hormat. Yang Musa lakukan adalah keluar dari zona aman (atau hidup  yang berpusat pada diri sendiri) untuk berpihak dan membela orang-orang Israel yang tertindas dan teraniaya.

Musa dipakai Tuhan untuk memimpin orang-orang Israel kembali ke Kanaan. Sebuah perjalanan panjang, yang membutuhkan kesabaran, kelemah-lembutan, ketekunan, kerendah hatian dan  penyerahan yang penuh kepada Tuhan. Perenungan kita: Seorang pemimpin tidak dilahirkan, tetapi dibentuk oleh Tuhan melalui berbagai proses kehidupan. Melalui banyak suka dan duka, kita belajar untuk sabar, lemah-lembut, tekun, rendah hati dan bersandar kepada Tuhan. Jangan lupa, Tuhan bisa saja mengubah hidup seseorang untuk menjadi alat di tangan-Nya.

Persoalannya sekarang adalah, maukah kita menjadi orang-orang yang dipakai oleh Tuhan untuk menjadi orang-orang yang berpihak kepada mereka yang tertindas dan teraniaya, dan  tidak menjadi seorang penonton, atau orang-orang yang diam dan berpangku tangan? Semoga! (Materi PAW GKI Samanhudi, 25 September 2014)



PANTANG MENYERAH


Pantang Menyerah. 

Tae-Ho adalah seorang anak lelaki asal Korea Selatan yang dilahirkan ke dunia ini dengan anggota tubuh yang tidak lengkap. Ia tidak memiliki lengan dan pada bagian kakinya hanya terdapat empat jari. Tim medis yang menangani proses kelahirannya (Tahun 2000), memprediksi bocah malang ini tidak akan memiliki kemungkinan bertahan hidup hingga 10 tahun.

Seakan-akan ketidakberuntungan yang menimpanya belum cukup, tak lama setelah lahir, Tae-Ho ditinggalkan oleh orangtua kandungnya sendiri karena mereka tidak tahan melihat kondisi anak yang telah dilahirkannya. Maka, Tae-Ho pun dikirim ke panti asuhan di Seung Ga-Won, Korea Selatan oleh Holt (Children Service Incorporated).

Namun apa yang terjadi pada Tae-Ho? Ia masih hidup sampai saat ini. Usianya 11 tahun dan ia telah tumbuh menjadi anak yang mandiri dan menyenangkan. Tae-Ho adalah anak lelaki yang berhati teguh dan berpikiran positif ? Ia selalu menghadapi segala hal dengan senyuman. Ketika ditanya, apakah ia mengalami kesulitan karena keadaan tubuhnya, ia menjawab, "Tidak, saya baik-baik saja!" Bahkan Tae-Ho selalu membantu saudara-saudaranya di Panti Asuhan. Tae-Ho pun mampu belajar dan bermain di sekolah seperti anak-anak lainnya.

Kisah Tae-Ho ini mengingatkan kita untuk memiliki sikap ulet, tangguh dan tidak gampang menyerah. Tidak pernah kehilangan pengharapan dan senantiasa bersyukur kepada Tuhan, karena dibalik kekurangan ada berkat Tuhan yang luar biasa..


PAK WAGIO

Sepanjang hari ini, Pak Wagio - seorang tukang kayu dan asistennya membantu saya dan suami untuk memperbaiki pintu ruang kerja dan jendela yang pernah dibuka secara paksa, karena terkunci dari dalam. Tidak hanya itu saja, pintu kamar mandi dan pintu kamar serta pintu lemari dapur juga diperbaiki. Pak Wagio mengenal Ibu saya, karena sudah lama bekerja sebagai tukang kayu di perusahaan adik saya. 

Setiap ada masalah di rumah, rupanya Ibu saya hanya mau dibantu oleh Pak Wagio. Itu pasti karena Pak Wagio sangat cekatan memperbaiki semua masalah yang berkaitan dengan kayu (seperti pintu, lemari, jendela dan sebagainya). Cukup satu hari saja, semua masalah yang berkaitan dengan pintu telah teratasi. Sore hari, saya menjamu Pak Wagio dengan segelas Wasgitel (Wangi, Sepet, Legi, Kentel), alias Teh Manis Panas dan asistennya, segelas kopi Aceh panas. 

Mereka mengambil tempat di depan rumah, menikmati Teh dan Kopi yang saya buat sendiri seraya duduk di depan rumah sambil merokok. Menjadi seorang tukang kayu, bukanlah sebuah pekerjaan yang sederhana. Tidak semua tukang bangunan mampu mengerjakan detail yang rumit dari pintu, lemari, jendela dsb. Dalam perenungan saya, profesi apa pun juga, walau pun hanya menjadi tukang kayu, sungguh akan membesarkan hati dan jiwa. 

Banyak orang yang membutuhkan mereka, dan sehebat apa pun kita, bahkan seberapa pun banyaknya uang kita, ternyata kita masih membutuhkan kehadiran dan bantuan "Pak Wagio." Bukankah hal ini mengingatkan kita, bahwa siapa pun kita, membutuhkan kehadiran dan pertolongan orang lain untuk melengkapi kehidupan kita dan tanpa mereka, kita tidak akan mampu berbuat banyak. Terimakasih Pak Wagio!

DIDIDIK OLEH TUHAN



Oleh: Pdt. Maryam Kurniawati D.Min
Dididik oleh Tuhan, ah, sering menakutkan kita. Mengapa? Karena kita semua  ingin hidup enak, bahagia, dan semua lancar. Jauh dari derita dan masalah. Kita sering jadi kaget, bingung dan takut saat hadapi kenyataan, karena hidup kita tidak seenak dan selancar yang kita inginkan. Buktinya? Banyak masalah yang harus kita hadapi. Masalah dengan suami atau isteri. Masalah dengan orang tua atau anak. Masalah dengan mertua atau menantu.  Masalah uang sekolah anak dan semua urusannya. Masalah pekerjaan dan penghasilan yang semakin tak menentu. Masalah kesehatan, karena kita sakit darah tinggi, diabetes, jantung, gangguan fungsi lever, bahkan sakit kanker. Lalu kita jadi sedih, kecewa dan putus asa. Bertanya-tanya, apakah Tuhan sungguh-sungguh mengasihi kita? Kalau Dia sungguh-sungguh mengasihi kita, kenapa Dia ijinkan begitu banyak masalah dalam hidup kita? Beginikah cara Tuhan mendidik kita ?  Sangat wajar dan sah-sah saja kita ingin hidup sehat, bahagia, semua lancar, banyak uang dan senang. Tapi inikah tujuan utama kita hidup di dunia ini? Hanya mencari kesenangan dan kebahagiaan bagi diri kita ? Hanya memuaskan segala keinginan dan hawa nafsu kita? Lalu di mana tempat Tuhan dalam hidup kita? Di mana kita tempatkan Tuhan dalam kehidupan kita ?

Ada sebuah kisah. Tuhan sedemikian lelah karena mendengarkan doa seseorang. Pada suatu hari, Ia menampakkan diri dan berkata, “Aku akan menganugerahkan kepadamu tiga hal. Setelah itu, Aku tidak akan memberikan apa-apa kepadamu.” Dengan gembira, orang itu memohon kepada Tuhan, dan yang pertama kali diminta adalah agar isterinya segera mati. Dengan demikian, ia dapat kawin lagi dengan perempuan lain. Dan permohonannya dikabulkan. Namun ketika teman-teman dan saudara-saudaranya datang melayat pada saat pemakaman isterinya dan mereka mulai mengenang kembali kebaikan2 isterinya, ia mulai sadar bahwa ia terlalu gegabah. Ia menyadari bahwa ia telah buta akan semua keutamaan isterinya. Apakah ia akan menemukan perempuan lain sebaik isterinya ? Maka, ia memohon kepada Tuhan untuk menghidupkan lagi isterinya, dan Tuhan mengabulkan permohonannya. Tinggal satu permohonan yang diberikan oleh Tuhan. Ia tidak ingin berbuat salah lagi, karena tidak ada kesempatan lagi untuk memperbaikinya. Beberapa sahabatnya menasihati supaya dia minta  agar dia tidak bisa mati. Tetapi apa gunanya tidak bisa mati, jika ia tidak mempunyai kesehatan yang baik. Dan apa gunanya kesehatan bila tidak punya uang. Dan apa gunanya uang, jika ia tidak punya teman. Bertahun2 telah lewat dan ia tidak dapat memuaskan hatinya dengan permohonan ini : kehidupan atau kesehatan, kekayaan atau kekuasaan atau cinta. Akhirnya, ia berkata kepada Tuhan, “Tuhan berilah petunjuk kepadaku akan apa yang kuminta.” Tuhan tertawa ketika Ia melihat kebingungan orang itu dan Ia berkata, “Mintalah akan hal2 yang tidak bisa memuaskan kehidupan di atas dunia ini.”  

Dari kisah tadi, kita melihat sebuah cermin besar. Cermin yang memperlihatkan, bahwa begitulah kita semua di hadapan Tuhan. Kita selalu minta kepada Tuhan, ini dan itu, yang kita anggap bisa membuat kita bahagia dan senang. Kita ingin sehat, hidup panjang, punya banyak uang, jauh dari musibah, sakit penyakit dan masalah. Padahal kebutuhan kita tidak akan pernah terpuaskan. Contohnya, adalah bisa saja kita punya rumah yang indah, mobil yang mewah, pekerjaan yang memberikan kedudukan yang terhormat dan penghasilan yang berlimpah. Tapi kita tak pernah puas dan bahagia. Karena itu Tuhan merasa sangat perlu untuk mendidik kita agar kita dapat merubah cara kita memandang kehidupan ini. Karena itu Dia ijinkan begitu banyak derita dan masalah yang menghadang dan menggilas kita. Dengan maksud dan tujuan supaya kita tidak lagi menempatkan Tuhan di luar kehidupan kita. Supaya kita tidak lagi serakah dan tamak. Tuhan mendidik kita, karena Dia mengasihi kita. Sama seperti  seorang ayah yang tidak ingin melihat anaknya terluka karena jatuh dari pohon.

Tuhan mau membentuk dan mendidikan kita, karena Dia amat mengetahui kemampuan kita. Dia tak akan pernah memberikan suatu beban yang kita tak sanggup memikulnya. Karena itu, kalau biasanya kita mengeluh dan berkeluh kesah setiap berhadapan dengan masalah. Kini Tuhan mendidik kita justru harus bersyukur. Kenapa? Karena masalah menunjukkan bahwa kita benar-benar hidup. Tuhan mau supaya kita tidak lagi  memandang masalah sebagai suatu bencana dan hambatan.  Masalah justru adalah suatu peluang untuk maju dan berkembang. Masalah yang pelik akan membuat otak kita berpikir keras mencari solusi yang kreatif. Masalah akan membuat kita mengerahkan  segala daya dan kemampuan kita untuk menyelesaikannya. Kalau kita menjalani prosesnya dengan benar, kita akan mendapatkan kenikmatan hidup begitu kita dapat menyelesaikannya. Kuncinya, adalah hadapilah masalah dengan tenang. Pandanglah sebagai kesempatan berharga untuk bertumbuh atau naik kelas. Sama seperti tugas yang harus dilakukan seorang anak di sekolah. Dia harus membuat pekerjaan rumahnya. Mempersiapkan diri menghadapi ujian atau ulangan agar dapat meraih prestasi dan naik kelas. Demikian juga dengan kita. David Brinkley, seorang jurnalis senior dan komentator televisi terkenal di Amerika Serikat pernah mengatakan, “Orang sukses adalah orang yang dapat membangun fondasi dari batu-batu yang dilemparkan oleh orang lain kepadanya.”

Begitulah cara Tuhan membentuk dan mendidik kita. Kita harus merubah cara kita memandang kehidupan ini. Merubah keyakinan bahwa kita akan bahagia kalau semua keinginan dan target-target kita terpenuhi. Padahal keinginan dan target-target itulah yang biasanya membuat kita tegang, frustasi, cemas, gelisah dan takut. Terpenuhinya keinginan kita paling-paling hanya membawa kesenangan dan kegembiraan sesaat. Kita pun harus merubah keyakinan kita bahwa kebahagiaan akan datang apabila kita berhasil mengubah situasi dan orang2 yang ada di sekitar kita. Kita bisa tidak bahagia dengan pasangan, orang tua, anak,  tetangga, dan atasan kita. Karena itu jangan biarkan situasi, lingkungan dan orang-orang di sekitar  kita membuat kita tidak bahagia. Yang perlu kita  lakukan adalah  bukan mengubah diri mereka, tetapi merubah diri kita sendiri, merubah hati dan paradigma kita. Urusan hasilnya adalah urusan Tuhan. Yang bisa kita lakukan sebagai manusia hanyalah berusaha dengan sekuat tenaga. Sementara hasil sepenuhnya dalam kekuasaan Tuhan. Memikirkan mengenai hasil hanyalah akan membuat kita stress dan tertekan karena semua itu berada di luar kontrol kita.