Halaman

Sabtu, 15 April 2017

MISTERI KEBANGKITAN YESUS



Misteri kebangkitan Yesus tidak mudah ditangkap oleh nalar manusia. Para imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi merekayasa sebuah cerita bohong dan menyogok para serdadu Romawi agar tidak menyebar luaskan cerita kebangkitan itu (bnd. Matius 28:11-15). Sangat memalukan sebenarnya bagi para pemuka agama Yahudi untuk "bersekongkol" dengan serdadu-serdadu Romawi yang mereka benci. Namun apa boleh buat, gengsi, prestise dan otoritas mereka jauh lebih penting daripada mengungkap kebangkitan Yesus. Bukankah kisah sejarah kerapkali berulang, demi mempertahankan gengsi, prestise dan otoritas, "kebenaran" kerapkali diputar-balikkan, bahkan dipinggirkan dan dikesampingkan? Konon tidak ada lembaga/institusi yang steril dari kecenderungan ini. Sampai sekarang, cerita bohong masih digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk menutupi kebenaran atau fakta yang sesungguhnya.


Bagi para murid, kabar kebangkitan Yesus telah mengubah segalanya. Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus (Markus 28:1) yang pergi ke kubur dengan rasa sedih yang mendalam, kembali dengan penuh sukacita dan tujuan yang baru, karena Yesus sudah bangkit. Kebangkitan Yesus mengubah kesedihan menjadi sukacita; keputus-asaan berubah menjadi pengharapan, dan ketiadaan tujuan berganti dengan pengetahuan bahwa dalam iman, kita dipersatukan dengan Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Untuk bertemu dengan Yesus yang sudah bangkit, kita harus membuang segala kesombongan dan ketegaran hati kita. Dengan menyangkal diri, kita akan dibebaskan dari "liang kubur cinta diri" dan menuntun kita menuju cahaya Kristus yang bangkit. Selamat Paskah!

(Sumber: Unknown)